-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Coffee Morning di Gunongan Kopi, Ketua DPRK Soroti Narkoba dan Balap Liar di Banda Aceh

Rabu, 29 Juli 2026 | Juli 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-29T09:20:57Z
Banda Aceh — Ketua DPRK Kota Banda Aceh Irwansyah menggelar  coffee morning bersama insan pers di Gunongan Kopi, Rabu (29/7/26). 

Dalam suasana santai sambil ngopi, sejumlah isu terkini Kota Banda Aceh dibahas mulai dari lingkungan, tata ruang, anak jalanan, pendidikan, hingga maraknya narkoba dan judi online.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah keberadaan pengemis di Banda Aceh. 

Menurut Irwansyah, jumlah pengemis sudah sangat meresahkan dan harus segera ditertibkan serta dibina oleh pemerintah terkait.

"Dominan pengemis tersebut bukan berasal dari Kota Banda Aceh, tetapi dari luar daerah. Penghasilan mereka dalam sehari bisa meraup untung Rp200 ribu sampai Rp300 ribu perhari," ujarnya.

Ia menyebut ada dugaan sindikat di balik fenomena ini. Para pengemis disebut dijemput menggunakan becak dan mobil, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.

Ketua DPRK juga menyoroti bahaya narkoba yang mengancam generasi muda. Ia khawatir dengan maraknya perkumpulan anak muda hingga larut malam tanpa kegiatan positif.

"Akhir-akhir ini banyak sekali fenomena perkumpulan anak-anak pelajar sampai tengah malam dengan tidak diisi kegiatan positif seperti mengaji, tetapi akan terjadinya pesta seks dan pesta narkoba," katanya.

Berdasarkan data BNN Kota Banda Aceh, tercatat 116 kasus pengedar narkoba di wilayah kota. 

Irwansyah mengimbau orang tua untuk lebih waspada dan aktif berkomunikasi dengan anak. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke aparatur gampong, Satpol PP-WH Kota Banda Aceh dan BNN Kota Banda Aceh. 

"Pemberantasan narkotika tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, DPRK, sekolah, keluarga, orangtua dan masyarakat harus bergerak secara bersama-sama," tutup Irwansyah.

Dalam coffee morning tersebut juga dibahas persoalan balap liar, serta pelanggaran ketenagakerjaan di salah satu coffee shop di Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan DPRK dalam menyerap informasi dari media sekaligus membangun sinergi dalam menyelesaikan persoalan kota.
×
Berita Terbaru Update