-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BSI Cabang Banda Aceh Diponegoro Silaturahmi ke BMA, Bahas Peluang Kolaborasi Zakat dan Pemberdayaan Masyarakat

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T07:08:54Z
Banda Aceh — Baitul Mal Aceh (BMA) menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Banda Aceh Diponegoro, Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, wakaf, serta program pemberdayaan masyarakat di Aceh.

Ketua Badan BMA, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH, menerima langsung pihak BSI Cabang Banda Aceh Diponegoro. Pertemuan turut didampingi Anggota Badan BMA, Kepala Sekretariat, serta jajaran terkait.

Dalam audiensi tersebut, pihak BSI menyampaikan bahwa zakat pegawai BSI selama ini telah disalurkan melalui BMA. Sementara untuk zakat perusahaan, penyalurannya dilakukan langsung oleh Direksi BSI kepada BAZNAS RI sesuai kebijakan yang berlaku.

Pihak BSI Cabang Banda Aceh Diponegoro diwakili oleh Hilwasi Regional Manager ISE RO 1 Aceh dan Yanrizal Fahlevi sebagai Branch Manager KC Banda Aceh Diponegoro menyarankan agar BMA menyampaikan surat resmi kepada BSI Pusat maupun BSI Regional sebagai bentuk pengajuan dan komunikasi terkait peluang penyaluran zakat perusahaan kepada BMA. Pengajuan tersebut nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan manajemen BSI.

Selain membahas zakat perusahaan, pertemuan juga membahas peluang kerja sama dalam penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, maupun program sosial lainnya. BMA dipersilakan mengajukan proposal program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat dan sesuai dengan fokus program BSI.

Anggota Badan BMA, Fahmi M. Nasir, menjelaskan bahwa BSI memiliki berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, BSI membutuhkan data calon penerima manfaat atau mustahik yang valid dan terverifikasi.

“BMA memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis dalam penyediaan data mustahik yang valid dan terverifikasi, sehingga program pemberdayaan yang dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran,” jelas Fahmi.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas program Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) yang merupakan salah satu skema wakaf uang untuk mendukung berbagai sektor pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dinilai memiliki peluang untuk dikolaborasikan antara BSI dan lembaga pengelola zakat dan wakaf.

BSI juga menyampaikan informasi mengenai program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2025–2026 yang direncanakan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Aceh. Program tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pihak BSI menyatakan kesediaannya untuk mendukung BMA dari sisi penghimpunan dana serta membuka ruang koordinasi lebih lanjut terhadap program-program yang berpotensi untuk dilaksanakan.

segera menyusun serta mengajukan proposal program kepada pihak BSI.

Melalui audiensi tersebut, BMA berharap sinergi dengan BSI dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program zakat, infak, wakaf, dan sosial yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.
×
Berita Terbaru Update