-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Semakin Dipercaya Masyarakat, Nasabah BSI Region Aceh Naik 31,76% (YoY)

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T10:21:19Z

Banda Aceh. Kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juli 2026, jumlah nasabah di wilayah Aceh mencapai 5,3 juta. Capaian ini juga ditopang dari penguatan pondasi teknologi dan kapasitas digital salah satunya optimalisasi IT dan perluasan layanan e-channel BSI yang menjangkau masyarakat.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan menegaskan bahwa preference masyarakat memilih perbankan syariah semakin kuat, hal ini juga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan bisnis di wilayah Aceh. Didukung dengan layanan BSI yang semakin luas dan saat ini menjangkau lebih dari 138 outlet di wilayah Aceh, 20.822 BSI Agen dan lebih dari 56.567 merchant QRIS.

Imsak mengatakan,selain itu pertumbuhan bisnis juga ditopang dari fungsi intermediasi yang sehat dari penghimpunan DPK mencapai Rp 22,3 T dan penyaluran pembiayaan Rp 26,1 T dengan kualitas pembiayaan sehat pada level 97,47% membaik dari level sebelumnya 96,55%.

Sebagai "Bank Haji" yang menjadi one stop solution layanan haji dan umrah, BSI di wilayah Aceh dipercaya lebih dari 422 ribu nasabah Tabungan Haji. Di sisi lain, kinerja yang solid juga diperkuat adanya posisi sebagai Bank Emas/Bullion Bank yang saat ini mengelola 106 Kg emas di Regional Aceh, naik 246% year on year. Selain itu, bisnis emas eksisting yakni cicil emas dan gadai emas juga mendorong pertumbuhan 50,51% secara tahunan sehingga menopang pendapatan Fee Based Income (FBI) 18,11% (YoY).

Imsak menegaskan bahwa e-channel khususnya mobile banking BYOND by BSI menjadi gate awal memperoleh pengalaman layanan yang semakin terintegrasi, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji, hingga layanan keuangan lainnya dalam satu platform digital.

*Kinerja Keuangan BSI Triwulan II Tetap Solid*
Penguatan fondasi teknologi berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan yang sehat. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, meningkat 11%(YOY). Pertumbuhan laba didukung oleh ekspansi bisnis yang berkualitas, peningkatan kontribusi bisnis emas, serta penghimpunan dana yang semakin kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22% menjadi Rp393 triliun, didorong peningkatan dana murah (CASA) menjadi Rp238 triliun. Pertumbuhan CASA berasal dari tabungan yang mencapai Rp173 triliun dan giro sebesar Rp65,5 triliun, sehingga semakin memperkuat struktur pendanaan Perseroan. 

Komposisi pendanaan yang semakin efisien berhasil menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19% memberikan ruang yang lebih besar bagi Perseroan untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas. 

Di sisi intermediasi, pembiayaan BSI tumbuh merata di seluruh segmen bisnis. Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer meningkat menjadi Rp189,25 triliun. Pertumbuhan tersebut tetap diiringi dengan kualitas aset yang terjaga, tercermin dari NPF Gross sebesar 1,80% dan NPF Net sebesar 0,33%. 

Diversifikasi sumber pendapatan juga semakin kuat. Fee Based Income meningkat 38,15% menjadi Rp4,1 triliun, didorong makin melesatnya ekonsistem bisnis BSI termasuk bisnis emas serta transaksi digital. Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
×
Berita Terbaru Update