Surabaya – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi gagasan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA, yang menempatkan masjid sebagai pusat peradaban, pendidikan, persatuan, dan diplomasi perdamaian dunia.
Gagasan “Dari Masjid untuk Indonesia, dari Indonesia untuk Perdamaian Dunia” dinilai sejalan dengan sejarah panjang masjid dalam membangun kehidupan umat Islam, termasuk di Aceh, yang sejak dahulu menjadikan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pengembangan ilmu, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Rektor UIN Ar-Raniry saat menghadiri kegiatan Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan ini menjadi rangkaian menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang mempertemukan ulama, imam masjid, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi laboratorium kerukunan bagi dunia. Menurutnya, Jawa Timur merupakan representasi wajah Islam Indonesia yang moderat, nasionalis, dan penuh semangat persaudaraan.
“Jawa Timur memiliki modal sosial yang kuat melalui ulama, pesantren, organisasi keagamaan, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat yang dapat menjadi kekuatan kerukunan nasional. Dari Jawa Timur kita ingin menunjukkan bahwa Islam yang kuat dapat berjalan bersama nasionalisme yang kuat dan kerukunan yang kuat,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag juga menekankan pentingnya peran imam masjid sebagai pemimpin peradaban dan duta perdamaian Indonesia di tingkat global.
“Kita ingin imam Indonesia bukan hanya menjadi imam yang baik bagi jamaahnya, tetapi juga menjadi duta perdamaian Indonesia yang mampu membawa pengalaman Islam Indonesia ke panggung dunia,” katanya.
Menanggapi pesan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Mujiburrahman mengatakan gagasan menjadikan masjid sebagai pusat perdamaian memiliki relevansi kuat dengan pengalaman sejarah Islam di Aceh.
Menurutnya, masjid dalam tradisi Aceh bukan hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, musyawarah, pembinaan masyarakat, serta tempat tumbuhnya tradisi keilmuan Islam.
“Dalam sejarah Aceh, masjid merupakan institusi peradaban yang memiliki peran besar dalam membangun masyarakat. Dari masjid lahir tradisi pendidikan, penguatan nilai-nilai keislaman, serta semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan sosial,” ujar Mujiburrahman.
Ia menilai gagasan Menteri Agama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali fungsi strategis masjid dalam konteks kekinian.
“Masjid harus terus dikembangkan sebagai ruang yang menghadirkan ilmu pengetahuan, moderasi beragama, pemberdayaan masyarakat, dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Inilah kontribusi penting Islam Indonesia bagi perdamaian dunia,” katanya.
Rektor menambahkan, perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki tanggung jawab akademik untuk memperkuat kajian dan inovasi terkait peran masjid sebagai pusat transformasi sosial.
“Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi Islam dapat memberikan kontribusi dalam membangun narasi Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada perdamaian,” ujar Mujiburrahman.
Kegiatan Bridging to IGIC 2026 dihadiri sekitar 20 ribu jamaah dalam rangkaian Istighatsah dan Tabligh Akbar serta sekitar 500 peserta Seminar Nasional bertema Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace.
Forum tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Hj. Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof Dr H Abu Rokhmad MAg, jajaran Forkopimda Jawa Timur, pimpinan organisasi keagamaan, para rektor PTKIN, ulama, akademisi, imam masjid, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. [ ]