-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Kompetensi ASN, Wabup Aceh Besar Buka Bimtek Public Speaking dan AI

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-03T15:44:23Z
KOTA JANTHO - Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Public Speaking dan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Besar. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelas Pusjar SKMPK LAN RI, Kecamatan Darul Imarah, Senin (3/8/2026). 

Bimbingan teknis yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Agustus 2026, mengusung tema "Public Speaking dan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Mendorong Kreativitas dan Produktivitas Digital ASN." Kegiatan ini diikuti sebanyak 80 ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Besar Drs. Syukri A. Jalil menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM beserta seluruh panitia atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan birokrasi di era digital. Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik dan penguasaan teknologi AI merupakan kompetensi yang harus dimiliki ASN untuk menghadapi dinamika perkembangan informasi dan transformasi pelayanan publik. 

"Public speaking dan Artificial Intelligence bukan lagi sekadar kemampuan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan yang wajib dikuasai oleh aparatur pemerintah. ASN harus mampu menyampaikan informasi yang benar, membangun kepercayaan publik, sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Syukri. 

Ia menegaskan, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru, termasuk maraknya penyebaran informasi yang tidak benar maupun konten hasil manipulasi teknologi. Karena itu, ASN dituntut mampu menjadi sumber informasi yang kredibel serta responsif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. 
"Oleh sebab itu, kita tidak boleh bersikap pasif dan baru bergerak ketika isu negatif sudah berkembang. Setiap aparatur harus mampu menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga tidak muncul persepsi negatif di tengah masyarakat akibat kurangnya informasi," katanya. 

Syukri juga menjelaskan bahwa kemampuan public speaking akan membantu ASN dalam menyampaikan kebijakan dan program pembangunan secara efektif kepada masyarakat. Sementara itu, pemanfaatan Artificial Intelligence harus diarahkan untuk mendukung efisiensi birokrasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, meningkatkan produktivitas, serta tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab dalam penggunaannya. 

"Melalui pelatihan ini saya berharap para peserta yang merupakan pejabat dan perwakilan OPD mampu menjadi motor penggerak perubahan di instansi masing-masing. Gunakan kemampuan komunikasi dan teknologi AI untuk mendukung program pemerintah daerah, mempercepat pelayanan, serta menghadirkan birokrasi yang semakin profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Besar," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Aceh Besar, Drs. Asnawi, M.Si, mengatakan bahwa pengembangan kompetensi ASN harus sejalan dengan tuntutan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik yang semakin dinamis. Karena itu, ASN tidak hanya dituntut adaptif terhadap kemajuan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang efektif sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat. 

"Pelatihan public speaking bertujuan meningkatkan kepercayaan diri, efektivitas komunikasi, serta kemampuan ASN dalam menyampaikan gagasan, kebijakan, dan pelayanan publik secara profesional. Sementara pelatihan pemanfaatan Artificial Intelligence bertujuan memberikan pemahaman teknis mengenai penggunaan AI untuk mendukung efisiensi pekerjaan, sekaligus mendorong lahirnya kreativitas dan produktivitas yang bernilai tambah dengan tetap mengedepankan aspek hukum, etika, dan tanggung jawab," jelas Asnawi. 

Ia menjelaskan, peserta kegiatan berjumlah 80 orang yang terdiri atas pejabat administrator (Eselon III), pejabat pengawas (Eselon IV), serta perwakilan dari setiap OPD untuk materi pemanfaatan AI. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi, hingga praktik langsung agar peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. 

Untuk materi pelatihan, BKPSDM menghadirkan praktisi di bidangnya, yakni Dharmayanti sebagai narasumber Public Speaking, serta M. Rafli Al-Thariq Mustafa bersama tim praktisi Digital AI Content Creator sebagai narasumber materi pemanfaatan Artificial Intelligence. Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi ASN Aceh Besar dalam menghadapi tantangan birokrasi digital sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin inovatif, profesional, dan responsif.(**)
×
Berita Terbaru Update