BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang digelar UPTD Panti Sosial Aneuk Nanggroe (PSAN) Dinas Sosial Aceh bekerja sama dengan BKKBN Aceh, Kamis (23/7/2026), mengusung tema "Aneuk Nanggroe Bahagia, Aceh Sejahtera."
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, S.KM., M.KM., didampingi Sekretaris Dinas Sosial Aceh Michael Octaviano, S.STP., M.Si., Kepala UPTD Panti Sosial Aneuk Nanggroe, Dr. Hasrati, S.E., M.M., jajaran Dharma Wanita Persatuan Dinas Sosial Aceh, para pejabat administrator di lingkungan Dinas Sosial Aceh, perwakilan BKKBN Aceh, komunitas pemerhati anak, serta berbagai mitra yang selama ini aktif mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak di Aceh.
Suasana penuh kehangatan dan kegembiraan menyelimuti kegiatan yang menghadirkan pendongeng nasional Kak Bimo bersama Komunitas Aceh Bermain. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan pesan-pesan edukatif yang disampaikan melalui cerita, permainan interaktif, dan berbagai aktivitas kreatif yang membangun rasa percaya diri serta semangat belajar.
Momen paling menyentuh terjadi ketika salah seorang anak binaan UPTD PSAN membacakan puisi di hadapan para tamu undangan. Penampilan tersebut kemudian dibalas oleh Kepala Dinas Sosial Aceh yang membacakan puisi berjudul "Ayah untuk Ananda", sebagai ungkapan kasih sayang, harapan, dan doa agar anak-anak Aceh tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berakhlak mulia, dan mampu menggapai cita-cita.
Dalam sambutannya, Budi Afrizal menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, memperoleh pendidikan, perlindungan, serta kesempatan berkembang secara optimal.
"Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kepedulian kita terhadap masa depan anak-anak. Mereka adalah generasi penerus Aceh. Karena itu, negara, pemerintah, keluarga, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiap anak tumbuh dengan penuh kasih sayang, mendapatkan pendidikan yang layak, terlindungi dari segala bentuk kekerasan, serta memiliki ruang untuk bermimpi dan berkarya," ujar Budi Afrizal.
Ia menambahkan, tema "Aneuk Nanggroe Bahagia, Aceh Sejahtera" mengandung makna bahwa pembangunan Aceh tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas kehidupan anak-anak sebagai generasi penerus.
"Ketika anak-anak tersenyum, merasa aman, dan mendapatkan perhatian yang baik, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Aceh yang lebih sejahtera. Masa depan Aceh nanti dimulai dari senyum anak hari ini," katanya.
Budi Afrizal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan rangkaian Hari Anak Nasional Tahun 2026.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala UPTD Panti Sosial Aneuk Nanggroe, Dr. Hasrati, S.E., M.M., beserta seluruh jajaran, BKKBN Aceh, Kak Bimo, Komunitas Aceh Bermain, para mitra, relawan, serta semua pihak yang telah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak kita. Kolaborasi seperti ini merupakan modal besar dalam membangun generasi Aceh yang berkualitas," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, S.STP., M.Si., mengatakan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi lintas sektor.
"Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter, mental, dan kualitas anak-anaknya. Kami berharap semangat perlindungan anak terus tumbuh di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, hingga seluruh lembaga pemerintah," ujar Michael.
Menurutnya, Dinas Sosial Aceh akan terus memperkuat program-program yang berpihak kepada anak, khususnya anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus, agar mereka memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Kepala UPTD Panti Sosial Aneuk Nanggroe, Dr. Hasrati, S.E., M.M., menjelaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung tagline "Masa Depan Aceh Nanti Dimulai dari Senyum Anak Hari Ini."
Ia mengatakan, rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 19 hingga 26 Juli 2026, meliputi Senam Bersama Aneuk Nanggroe, Edu Trip Inspiratif bersama UIN Ar-Raniry, Workshop Pembuatan Film Pendek dan Nonton Film Bersama, Deklarasi ANANDA BERSINAR serta Program SEJIWA dan RANUP FGA, Ceria Bersama Kak Bimo dan Komunitas Aceh Bermain, hingga Field Trip Edukatif bertema pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
"Kami ingin menghadirkan Hari Anak Nasional bukan hanya sebagai seremoni, tetapi sebagai pengalaman yang membahagiakan sekaligus membangun karakter anak. Terima kasih kepada Bapak Kepala Dinas Sosial Aceh, Bapak Sekretaris Dinas Sosial Aceh, BKKBN Aceh, seluruh mitra, komunitas, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Aceh," ujar Hasrati.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam memperkuat perlindungan anak, ketahanan keluarga, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Melalui kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Aceh berharap setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang sebagai fondasi menuju Aceh yang maju, bermartabat, dan sejahtera.