-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

INDODEPP Apresiasi Pemerintah Aceh, Kolaborasi Indonesia–Denmark Perkuat Transisi Energi Bersih di Aceh

Rabu, 25 Februari 2026 | Februari 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-25T14:27:52Z
Banda Aceh – Komitmen Pemerintah Aceh dalam mendorong transisi energi bersih mendapat apresiasi dari Indonesia–Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP). Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan Mikkel Kamp Hansen, Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency dan timnya ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Senin (9/2/2026).

Kedatangan perwakilan Kerajaan Denmark tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, S.T., M.Si., didampingi Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, S.T., M.Si., dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program INDODEPP periode 2023–2026.

INDODEPP merupakan program kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Denmark yang berfokus pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), efisiensi energi, serta percepatan transisi menuju energi bersih guna mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan Sustainable Development Goals (SDGs) 7 dan 13.

Dalam pertemuan hangat yang berlangsung di ruang rapat kepala dinas ESDM Aceh tersebut, Taufik menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata INDODEPP dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada sektor energi di Aceh.

“Sejak 2023, program ini telah memberikan dampak positif salah satunya dengan memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang ini, baik dari sisi teknis maupun perencanaan. Hal ini sangat penting dalam mendorong implementasi EBT secara lebih terarah dan terukur di Aceh,” ujar Taufik.

Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif. Melalui pelatihan dan pembelajaran best practices, khususnya dari Denmark, jajaran Dinas ESDM Aceh semakin siap menghadapi tantangan teknis di sektor energi terbarukan.

“Program ini membantu kami dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan terkait pengembangan EBT. Ini sejalan dengan target nasional dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan kemandirian energi,” tambahnya.

Sementara itu, Mikkel Kamp Hansen menyampaikan apresiasi kepada Dinas ESDM Aceh yang dinilai sebagai implementing partner yang aktif dan responsif selama program berjalan.

“Kami melihat Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dukungan dan komitmen dari Dinas ESDM Aceh sebagai leading sector bidang energi di Aceh menjadi faktor penting keberhasilan program ini,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus berlanjut dan memberikan dampak lebih luas, tidak hanya pada aspek kebijakan, tetapi juga pada implementasi nyata pemanfaatan energi terbarukan di daerah.

Dengan kolaborasi internasional yang semakin solid, Aceh dinilai berada pada jalur yang tepat dalam mempercepat transisi energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah secara berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update