Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga keluarga. Hal tersebut menjadi penekanan Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., saat bertemu dengan unsur pemerintahan dan masyarakat dalam kegiatan program Quick Wins Kapolri. Rabu (04/11).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda NTB, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, para Pejabat Utama Polda NTB, Kapolsek Ampenan AKP M. Rianto, S.IP., Danramil Ampenan Kapten Inf. Maturidi, serta Camat Ampenan Erma Suryani, S.STP.
Sekitar 50 undangan turut hadir, terdiri dari para lurah, kepala lingkungan, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Pertemuan ini menjadi ruang memperkuat komunikasi sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Menurutnya, keamanan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Diperlukan kepedulian dan peran aktif masyarakat untuk mengenali serta mencegah potensi gangguan sejak dini.
“Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama. Melalui program Quick Wins ini, Polri hadir langsung menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Kholid.
Dalam arahannya, Kapolda NTB turut menyoroti persoalan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkotika yang menjadi perhatian serius. Berdasarkan data penegakan hukum Polda NTB yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tercatat 852 kasus narkoba berhasil diungkap dengan total 1.142 tersangka. Kalangan remaja disebut menjadi kelompok yang mendominasi para pelaku.
Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya keterlibatan keluarga dalam melindungi anak-anak dari pengaruh lingkungan negatif. Kapolda mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak, membangun komunikasi yang terbuka, serta memperkuat nilai-nilai agama dan ketahanan keluarga.
“Bapak Kapolda mengimbau para orang tua agar senantiasa mengawasi pergaulan anak-anak mereka dan memperkuat benteng keluarga serta keimanan. Rumah harus dijadikan tempat teraman dan paling nyaman bagi anak-anak untuk pulang dan berdiskusi,” tambah Kabid Humas.
Selain persoalan narkoba, perhatian juga diarahkan pada penggunaan rokok elektrik atau vape yang diduga mengandung zat berbahaya, sebagaimana atensi Kapolri. Masyarakat, khususnya para orang tua, juga diajak meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler oleh anak untuk mengantisipasi paparan konten negatif dan keterlibatan dalam praktik judi online.
Kapolda juga mendorong penguatan pengawasan di lingkungan tempat tinggal melalui kerja sama Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kedua unsur tersebut diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan elemen masyarakat, termasuk mengintensifkan patroli gabungan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya indikasi tindak kejahatan atau aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Informasi dari warga dinilai penting untuk membantu aparat melakukan langkah pencegahan maupun penanganan secara tepat.
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh bantuan kepolisian, Polda NTB mengingatkan bahwa laporan maupun permintaan kehadiran polisi dapat disampaikan melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam dan bebas biaya.
“Apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat bisa segera melapor melalui layanan Call Center Polri 110 yang beroperasi gratis selama 24 jam penuh,” tutup Kombes Pol. Kholid.