Banda Aceh – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha serta memperluas jangkauan pemasaran.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Digitalisasi dan Pemasaran Online bagi Pelaku UMKM yang dilaksanakan di Hotel Al-Hanifi Lampriet, Rabu (10/9/26).
Acara ini di buka oleh ketua panitia kegiatan pelatihan digitalisasi dan pemasaran online bagi UMKM menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dalam meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku UMKM di era digital.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 73 pelaku UMKM Kota Banda Aceh dari berbagai sektor usaha. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam menjalankan usaha, sehingga pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial, marketplace, pembayaran digital, dan berbagai platform online untuk memperluas jangkauan pasar.
“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu membuat konten pemasaran yang menarik, membangun branding usaha, memanfaatkan media digital secara efektif, serta meningkatkan jangkauan pemasaran produk,” ujarnya.
Ketua panitia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi dan mempraktikkan materi yang diberikan narasumber, sehingga kegiatan ini dapat menjadi momentum mendorong UMKM Kota Banda Aceh semakin adaptif, inovatif, produktif, mandiri dan berdaya saing.
Kadis Diskopukmdag Kota Banda Aceh Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si. yang di wakili Plt. Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bujang Sahputra, S.Kom., mengatakan perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk tidak hanya secara konvensional, tetapi juga melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan media digital menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.
“Pelaku UMKM harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi dapat membantu mereka dalam mempromosikan produk, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus meningkatkan peluang penjualan,” ujar Bujang.
Ia menjelaskan, pemasaran secara online memungkinkan produk UMKM dikenal oleh konsumen yang lebih luas. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara membuat konten promosi yang menarik, memanfaatkan media sosial, serta menggunakan berbagai platform digital sebagai sarana pemasaran.
Bujang berharap kegiatan pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh peserta dalam menjalankan usaha masing-masing.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para pelaku UMKM bisa langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh, sehingga usaha mereka semakin berkembang dan mampu bersaing di era digital,” katanya.
Sementara itu pihak Diskopukmdag Kota Banda Aceh akan terus berupaya memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada pelaku UMKM agar semakin mandiri, produktif, serta mampu meningkatkan kualitas dan pemasaran produk.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM sebagai salah satu bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Banda Aceh, sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi berbasis digital.