-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aceh Culinary Festival 2026 Resmi Dibuka, Rayakan Warisan Kuliner Aceh

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-11T16:31:33Z
BANDA ACEH – Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 resmi dibuka pada Jumat, 11 September 2026, di Banda Aceh. Mengusung tema “Celebrating the Authentic of Aceh Living Culinary Heritage”, festival yang berlangsung hingga 14 September ini menjadi ruang perayaan warisan kuliner Aceh sekaligus wadah kolaborasi bagi UMKM, pelaku gastronomi, budaya, dan ekonomi kreatif.

Pembukaan ACF 2026 dilakukan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, Taufik. Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban masyarakat.

“Melalui makanan, kita dapat menelusuri jejak perdagangan, perjumpaan antarbudaya, kekayaan alam, serta tradisi yang diwarisi lintas generasi,” ujar Taufik. Menurutnya, posisi Aceh yang sejak dahulu menjadi persinggahan berbagai bangsa turut membentuk kekayaan kuliner melalui rempah, hasil laut dan pertanian, bahan lokal, teknik memasak, serta tradisi kenduri dan makan bersama.

Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik tema ACF 2026 yang menekankan pentingnya menjaga keaslian warisan kuliner agar terus dipraktikkan, dikembangkan, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Kita ingin dunia tidak hanya mengenal rasa masakan Aceh, tetapi juga cerita di baliknya, tentang rempah, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang membentuknya,” lanjut Taufik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan ACF telah empat kali berturut-turut masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kuatnya potensi kuliner Aceh sebagai bagian dari daya tarik pariwisata.

“ACF telah menjadi ruang kolaborasi untuk memperkenalkan gastronomi Aceh, mengembangkan dan mendokumentasikan kekayaan kuliner, sekaligus merayakan budaya dan ekosistem kreatif Aceh,” kata Dedy. Ia menyebutkan, ACF 2026 melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota di Aceh serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali.

Berbagai agenda turut dihadirkan dalam ACF 2026, mulai dari Kenduri Kuah-Kuah Aceh, Forum Gastronomi Semeja Makan, Gastroclass, Pameran dan Pavilion Kuliner Aceh, Gala Rasa Nusantara hingga Bandar Rasa. Festival juga diisi program digitalisasi, pengembangan konten, Sanger Day, seni budaya, fotografi, olahraga, dan kegiatan komunitas.

Selain memperkuat promosi kuliner, ACF 2026 diarahkan untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui kolaborasi dan digitalisasi bersama sejumlah mitra, termasuk TikTok, Google, dan Tokopedia. Pemerintah Aceh juga menerapkan prinsip Green Event sebagai bagian dari upaya mendorong penyelenggaraan kegiatan ekonomi kreatif yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Antusiasme pelaksanaan ACF 2026 turut dirasakan pelaku UMKM dan pengunjung. Desi, pelaku UMKM Jamu Budesy, menilai festival memberikan manfaat dalam memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha. Sementara itu, Tasa, pengunjung asal Banda Aceh, mengaku mengetahui ACF melalui Instagram dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal beragam kuliner Aceh. Melalui ACF 2026, Pemerintah Aceh berharap festival ini mampu membuka akses pasar bagi UMKM, memberi ruang tumbuh bagi pelaku kreatif dan generasi muda, serta memperkenalkan Aceh kepada dunia melalui rasa, sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakatnya.[]
×
Berita Terbaru Update