BANDA ACEH – Dinas Sosial Aceh terus memperkuat tata kelola aset daerah melalui pembinaan kepada para penghuni rumah dinas di lingkungan Dinas Sosial Aceh. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Sosial Aceh, Senin (6/7/2026), menjadi wadah silaturahmi sekaligus forum dialog untuk mendengarkan berbagai aspirasi, kendala, dan masukan dari para penghuni rumah dinas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM., yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial Aceh Michael Oktaviano, S.STP., didampingi Pengurus Barang Pengguna Aset Dinas Sosial Aceh, serta diikuti seluruh penghuni rumah dinas dari berbagai unit pelaksana teknis di lingkungan Dinas Sosial Aceh.
Dalam sambutannya, Michael menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar membahas administrasi maupun aturan mengenai rumah dinas, tetapi menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara jajaran Dinas Sosial Aceh dengan para penghuni rumah dinas.
"Rumah dinas merupakan bagian dari aset Pemerintah Aceh yang harus kita jaga bersama. Karena itu kami ingin membangun komunikasi yang baik, mendengarkan langsung berbagai persoalan di lapangan, sekaligus mencari solusi terbaik secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah. Kami ingin seluruh penghuni merasa menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Sosial Aceh," ujar Michael.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Dinas Sosial Aceh masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk rehabilitasi rumah dinas. Oleh sebab itu, seluruh penghuni diharapkan dapat ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kondisi bangunan agar tetap layak dihuni.
"Memang masih ada rumah dinas yang kondisinya membutuhkan rehabilitasi bahkan pembangunan kembali. Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami berharap seluruh penghuni dapat bersama-sama merawat aset tersebut. Insya Allah kebutuhan yang bersifat mendesak akan terus kami perjuangkan secara bertahap," katanya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Para penghuni rumah dinas diberikan kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kondisi bangunan, kebutuhan sarana pendukung operasional, persoalan utilitas seperti air dan listrik, hingga kondisi lingkungan sekitar rumah dinas.
"Rumah dinas merupakan bagian dari aset Pemerintah Aceh yang harus kita jaga bersama. Karena itu kami ingin membangun komunikasi yang baik, mendengarkan langsung berbagai persoalan di lapangan, sekaligus mencari solusi terbaik secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah. Kami ingin seluruh penghuni merasa menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Sosial Aceh," ujar Michael.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Dinas Sosial Aceh masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk rehabilitasi rumah dinas. Oleh sebab itu, seluruh penghuni diharapkan dapat ikut menjaga kebersihan, keamanan, dan kondisi bangunan agar tetap layak dihuni.
"Memang masih ada rumah dinas yang kondisinya membutuhkan rehabilitasi bahkan pembangunan kembali. Namun dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami berharap seluruh penghuni dapat bersama-sama merawat aset tersebut. Insya Allah kebutuhan yang bersifat mendesak akan terus kami perjuangkan secara bertahap," katanya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan interaktif. Para penghuni rumah dinas diberikan kesempatan menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kondisi bangunan, kebutuhan sarana pendukung operasional, persoalan utilitas seperti air dan listrik, hingga kondisi lingkungan sekitar rumah dinas.
Beberapa peserta juga mengusulkan penambahan kendaraan operasional roda dua bagi petugas yang bertugas di unit pelayanan yang memiliki wilayah kerja cukup luas agar pelayanan sosial kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Michael memastikan seluruh masukan telah dicatat sebagai bahan evaluasi dan akan menjadi perhatian Dinas Sosial Aceh dalam penyusunan program maupun pengelolaan aset ke depan.
"Kami tidak ingin komunikasi berhenti pada pertemuan hari ini. Semua masukan akan menjadi catatan bagi kami. Mungkin belum semuanya dapat dipenuhi sekaligus, tetapi persoalan-persoalan yang menjadi prioritas akan terus kami upayakan penyelesaiannya," ungkapnya.