Aceh Tengah — Di usia senja 75 tahun, Maimunah, warga Kampung Lelabu, Kecamatan Bebesen, akhirnya bisa tersenyum lega. Setelah bertahun-tahun tinggal di gubuk sempit berdinding triplek dan beratap seng milik keponakannya, harapan Maimunah untuk memiliki rumah layak huni kini mulai terwujud berkat program Polres Aceh Tengah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Sejak ditinggal wafat suaminya, Maimunah hidup seorang diri di rumah berukuran 1,5 meter x 4 meter yang jauh dari kata nyaman. Kondisi itulah yang mendorong Polres Aceh Tengah memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni sebagai bentuk kepedulian kepada warga kurang mampu.
*Peletakan Batu Pertama Disaksikan Warga*
Kebahagiaan Maimunah semakin lengkap ketika Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., hadir langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tersebut di Dusun Wih Bersih, Kampung Lelabu, Jumat 12 Juni 2026 pukul 09.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan itu Wakapolres Aceh Tengah, para Pejabat Utama Polres, Kapolsek Bebesen, Reje dan aparatur Kampung Lelabu, personel Polres dan Polsek Bebesen, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menyaksikan momen penuh haru tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres berharap rumah baru ini membawa keberkahan bagi penerimanya.
“Semoga rumah ini nantinya menjadi tempat yang membawa keberkahan, ketenangan, dan kebahagiaan bagi Ibu Maimunah,” ujar AKBP Muhamad Taufiq.
Reje Kampung Lelabu, Anggun Putra, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan jajaran atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
*Dua Rumah Layak Huni Dibangun Sambut Bhayangkara ke-80*
Kapolres menjelaskan, dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Tengah membangun dua unit rumah layak huni. Selain untuk Maimunah di Kampung Lelabu, bantuan serupa juga diberikan kepada Saidah, 68 tahun, warga Kampung Lengah, Kecamatan Bies.
Tidak berhenti di situ, Polres Aceh Tengah juga menggelar rangkaian kegiatan sosial lainnya, antara lain:
- Bakti sosial bagi warga kurang mampu dan panti asuhan
- Bakti kesehatan, donor darah, dan sunat massal
- Bakti religi dan anjangsana
- Kejuaraan pencak silat, turnamen bola voli, dan lomba menembak
- Kebersihan mako, jalan santai, hingga lomba konten kreator kamtibmas tingkat SMA sederajat
Bagi Maimunah, bantuan ini bukan sekadar bangunan fisik. Di balik peletakan batu pertama itu tersimpan harapan baru untuk menjalani masa tua dengan lebih nyaman, aman, dan bermartabat.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berusaha menghadirkan manfaat nyata dan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.