-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menuju Banda Aceh Bersinar, Kakankemenag Tekankan Pencegahan Narkoba Berbasis Nilai Agama

Kamis, 11 Juni 2026 | Juni 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-11T06:53:40Z
Banda Aceh - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag, menjadi narasumber dalam kegiatan Menuju Kota Banda Aceh BERSINAR Bersih Tanpa Narkoba, yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kota Banda Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung dengan menghadirkan para Para Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kankemenag Kota Banda Aceh, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), serta staf BNN Kota Banda Aceh. Rabu, (10/6/26).

Acara dibuka langsung oleh Kepala BNN Kota Banda Aceh yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kakankemenag Kota Banda Aceh menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pencegahan Narkoba di Lingkungan Kerja Berbasis Nilai Agama”. Ia menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi bangsa, terutama pada kelompok usia produktif yang merupakan usia kerja dan pendidikan. Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai sekitar 3,3 juta jiwa pada rentang usia 15–64 tahun, dengan mayoritas berada pada usia produktif.

Salman menjelaskan bahwa terdapat lima faktor utama yang menyebabkan seseorang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, yakni tekanan dan stres kerja, pengaruh lingkungan pertemanan, rendahnya literasi agama dan pemahaman bahaya narkoba, lemahnya sistem pengawasan, serta gaya hidup yang cenderung hedonis. Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan hukum, tetapi juga harus diperkuat melalui pendekatan spiritual dan pembinaan karakter.

“Pencegahan narkoba harus dimulai dari penguatan nilai-nilai keagamaan. Ketika hati terisi dengan keimanan, ilmu yang benar, dan lingkungan yang positif, maka seseorang akan memiliki benteng yang kuat untuk menolak segala bentuk penyimpangan, termasuk narkoba,” ujarnya.

Ia juga menawarkan konsep tiga benteng pencegahan, yakni Benteng Iman, Benteng Ilmu, dan Benteng Sistem. Benteng iman diwujudkan melalui pembiasaan ibadah, dzikir, dan penguatan spiritual. Benteng ilmu dilakukan dengan edukasi berkelanjutan tentang bahaya narkoba dari perspektif kesehatan maupun agama. Sementara benteng sistem diwujudkan melalui kebijakan yang tegas, lingkungan kerja yang sehat, serta pengawasan yang berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Banda Aceh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh dalam upaya pencegahan narkoba. Ia berharap sinergi yang terjalin antara BNN dan para penyuluh dapat semakin memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

“Penyuluh memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat. Karena itu, kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat sehingga pesan-pesan pencegahan narkoba dapat tersampaikan secara luas dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik antara BNN, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimis Kota Banda Aceh benar-benar dapat menjadi Kota BERSINAR, bersih dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengintegrasikan pesan-pesan keagamaan dan nilai moral dalam setiap kegiatan penyuluhan, sehingga upaya pencegahan narkoba dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyentuh akar persoalan di lingkungan masyarakat.
×
Berita Terbaru Update