Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Inkubator Seni akan menggelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni se-Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Teater Mini Adnan Ganto, Perpustakaan Abdullah Ali USK, Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026, dalam format hybrid yang dapat diikuti secara luring maupun daring.
Diskusi ini mengusung tema “Menjaga Masa Depan Pendidikan Seni di Tengah Transformasi Pendidikan Tinggi Nasional.” Forum tersebut dihadirkan sebagai ruang dialog akademik untuk membahas posisi dan arah pengembangan pendidikan seni dalam kerangka pendidikan nasional dan kebudayaan Indonesia.
Seminar dilatarbelakangi oleh dinamika kebijakan pendidikan tinggi yang saat ini semakin menekankan efisiensi tata kelola, penguatan indikator kinerja, serta keterkaitan dengan kebutuhan industri. Di tengah perubahan tersebut, pendidikan seni dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kreativitas, kepekaan sosial, daya reflektif, serta keberlanjutan kebudayaan sebagai identitas bangsa.
Diskusi nasional ini menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh pendidikan dari berbagai institusi di Indonesia, yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Khairul Munadi, Guru Besar FKIP Bahrun, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Melani Budianta, serta Guru Besar Pendidikan Musik ISI Yogyakarta Triyono Bramantyo PS.
Setiap pemateri akan menyampaikan pandangan awal yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka bersama peserta dari berbagai perguruan tinggi, institusi seni, peneliti, dosen, mahasiswa, dan pegiat kebudayaan dari seluruh Indonesia. Pada akhir kegiatan, forum akan merumuskan simpulan dan rekomendasi akademik bersama terkait pengembangan pendidikan seni di Indonesia.
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., dijadwalkan memberikan sambutan pembukaan pada kegiatan tersebut. Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem seni dan kebudayaan di lingkungan Universitas Syiah Kuala melalui pengembangan Inkubator Seni sebagai ruang kolaborasi akademik dan kultural.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan Perpustakaan Universitas Syiah Kuala serta partisipasi berbagai pihak. Forum ini terbuka bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia dan dapat diikuti secara daring melalui Zoom Meeting.