-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejar Pemulihan Sawah Pasca-Bencana, Distanbun Aceh Gelar Rapat Percepatan dengan Kementan

Senin, 04 Mei 2026 | Mei 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-04T07:41:36Z

BANDA ACEH — Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menggelar Pertemuan Percepatan Kegiatan Lingkup Pertanian dan Perkebunan se-Aceh di Aula Unit 1 Distanbun, Kamis (30/04/2026). Rapat ini jadi langkah konkret memulihkan 57.364 hektare sawah yang luluh lantak akibat bencana 26 November 2025.

Plt. Kadistanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP, yang mewakili Sekda Aceh M. Nasir, menegaskan pemulihan sektor pertanian jadi prioritas. “Sudah saatnya kita bahu membahu memulihkan keadaan, bahkan lebih baik dari sebelum bencana,” kata Azanuddin membacakan sambutan Sekda.

57 Ribu Ha Sawah Terdampak, 16 Ribu Ha Belum Tertangani

Data Distanbun Aceh mencatat, bencana yang melanda 18 kabupaten/kota itu merusak 57.364 ha sawah. Rinciannya: 27.437 ha rusak ringan, 13.405 ha rusak sedang, dan 16.283 ha rusak berat.

Saat ini, 27.071 ha rusak ringan sedang dioptimasi dan 4.393 ha rusak sedang masuk proses rehab. Sementara 7.850 ha rusak sedang masih diusahakan Kementan. Namun 16.283 ha rusak berat belum ada alokasi anggaran. “Kami harap Kementan bisa mencari solusi untuk lahan yang belum tertangani,” ujar Azanuddin.

Kementan: Akhir Mei Mulai Tanam, Minta Pemda Kejar Target

Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Dr. Hermanto, MP, memastikan pemerintah pusat terus membantu pemulihan. Ia menargetkan sebagian sawah sudah bisa ditanami akhir Mei 2026. 

“Kami minta pemkab/pemko dan provinsi kejar kegiatan. Menteri Pertanian juga sedang usaha cari anggaran tambahan untuk yang belum diintervensi,” kata Hermanto. Ia menekankan kerja sama USK, UNIMAL, UNSAM, TNI, dan kelompok tani jadi kunci percepatan.

DPR RI: Jangan Lambat, Petani Sudah Lama Menunggu

Anggota DPR RI Komisi IV, Ir. TA. Khalid, MM, yang hadir mendesak semua pihak serius bekerja. “Petani sudah terlalu lama menunggu, jangan sampai pemerintah lambat menyikapi ini,” tegasnya.

Sekda Aceh juga meminta UNIMAL, USK, dan UNSAM bekerja lebih cepat agar konstruksi oleh TNI dan kelompok tani segera jalan. Targetnya, musim tanam ini petani di wilayah terdampak sudah bisa kembali menanam.

Rapat turut dihadiri para Kadis Pertanian se-Aceh, Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan, Pj. Swasembada Pangan Aceh, BBRMP, Kodam Iskandar Muda, serta perwakilan Kodim Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Pemerintah menargetkan Aceh tetap berkontribusi pada swasembada pangan nasional dengan mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak alih fungsi.
×
Berita Terbaru Update