-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kadis DPMG Jadi Narasumber Rakor Pembentukan Gampong Rekonsiliasi Perdamaian

Selasa, 07 April 2026 | April 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-07T13:16:15Z
Banda Aceh - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si menjadi narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gampong Rekonsiliasi Perdamaian (REDAM) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kanwil Kemenkumham Aceh pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat upaya penyelesaian konflik sosial di tingkat desa serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Kadis DPMG menegaskan pentingnya peran gampong sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai perdamaian. Ia menjelaskan bahwa pembentukan gampong rekonsiliasi bukan hanya sebagai program administratif, tetapi sebagai langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan kekeluargaan.

“Gampong memiliki kearifan lokal yang sangat kuat dalam menyelesaikan konflik. Melalui program ini, kita menharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut agar masyarakat mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing,” ujar Iskandar.

Iskandar juga menekankan beberapa hal penting dalam rangka pembentukan gampong rekonsiliasi perdamaian,diantaranya adalah pentingnya koordinasi dan sinergi dari beberapa pihak yaitu Pemerintah Gampong,tokoh masyarakat,lembaga keagamaan,lembaga adat,aparat keamanan dan pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah provinsi.

"Koordinasi dan sinergi sangat lah penting dalam sebuah program,tidak akan bisa berjalan sendiri sendiri kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terkhusus dalam hal sosial masyarakat"pungkas Iskandar.

Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari aparatur gampong, tokoh masyarakat, hingga perwakilan lembaga terkait. Diskusi yang berlangsung interaktif membahas berbagai tantangan dalam implementasi program, termasuk penguatan kapasitas aparatur gampong serta perlunya dukungan lintas sektor.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung pembentukan gampong rekonsiliasi sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan berbasis perdamaian di tingkat lokal.
×
Berita Terbaru Update