Ia menegaskan, penggunaan Papan Interaktif Digital tidak boleh sebatas memenuhi kebutuhan teknologi di sekolah, tetapi harus mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.
“Pemanfaatan PID harus membuat pembelajaran lebih aktif, interaktif, kreatif, dan bermakna bagi siswa. Teknologi hanyalah alat bantu, sedangkan kualitas interaksi dan peran guru tetap menjadi faktor utama keberhasilan pembelajaran,” katanya.
Munadi juga berharap penerapan pendekatan deep learning dapat membantu siswa memahami materi secara mendalam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafal pelajaran.
Sementara itu, Ketua KKG Gugus SDN Lamklat menyampaikan apresiasi atas dukungan dan motivasi Ketua PGRI Aceh Besar. Pelatihan tersebut diharapkan meningkatkan semangat guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan Ketua PGRI Aceh Besar yang telah memberikan motivasi kepada para guru. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi guru, memperkuat kolaborasi, serta mendorong penerapan pembelajaran yang lebih inovatif dan berkualitas bagi peserta didik,” ungkapnya.
Pembukaan pelatihan turut dihadiri Ketua PC PGRI Darussalam, Ustaz Hafis, yang juga menjabat Kepala SD IT Cendekia. Materi pelatihan disampaikan oleh pengawas sekolah dan guru inti dari Gugus SDN Lamklat.
Melalui kegiatan tersebut, KKG Gugus SDN Lamklat diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antarguru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi yang inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.(**)