-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HUT ke-27, Bireuen Bershalawat Jadi Momentum Bangkit Pascabencana

Senin, 05 Oktober 2026 | Oktober 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T07:08:25Z
Bireuen - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial dan membangun semangat masyarakat untuk bangkit setelah menghadapi bencana banjir dan longsor.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT., pada pembukaan rangkaian kegiatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen, Sabtu (3/10/2026) di Halaman Pendopo Bupati Bireuen.

Bupati mengatakan, usia 27 tahun Kabupaten Bireuen bukan sekadar angka, tetapi menjadi momentum untuk bersyukur, melakukan evaluasi terhadap perjalanan pembangunan, sekaligus memperkuat tekad membawa Bireuen semakin maju dan sejahtera.

Peringatan HUT tahun ini, kata dia, berlangsung dalam suasana berbeda karena beberapa bulan sebelumnya sejumlah masyarakat Bireuen terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Bencana tersebut berdampak terhadap tempat tinggal, mata pencaharian masyarakat, pendidikan, kesehatan serta sejumlah fasilitas umum, termasuk jalan dan jembatan.

"Karena itu, Hari Jadi Kabupaten Bireuen kali ini bukan sekadar peringatan, tetapi menjadi momentum untuk kita bersama menundukkan hati, bersyukur kepada Allah SWT, mendoakan saudara kita yang terdampak bencana dan memperkuat semangat untuk bangkit," ujar Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati.

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berupaya hadir dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana, mulai dari penanganan masa darurat, pendataan masyarakat terdampak, pemberian bantuan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

"Ketika masyarakat mengalami kesulitan, pemerintah harus hadir. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, pemerintah harus bekerja. Dan ketika Bireuen menghadapi tantangan, kita harus menghadapinya bersama-sama," katanya.

Bireuen Bershalawat

HUT ke-27 Kabupaten Bireuen mengusung tema "Bireuen Bershalawat". Tema tersebut dimaknai sebagai komitmen membangun daerah tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ketakwaan, persaudaraan, kepedulian dan akhlak masyarakat.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah. "Jalan dan jembatan mungkin bisa rusak akibat bencana, tetapi jangan sampai jembatan persaudaraan kita ikut rusak," ungkapnya.

Ia menyebutkan, masih banyak persoalan masyarakat pascabencana yang harus diselesaikan secara bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi antara DPRK, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, mahasiswa, relawan dan seluruh masyarakat Bireuen.

Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas Bireuen sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang budaya dan nilai-nilai keislaman yang kuat serta dikenal sebagai Kota Santri. Pembangunan daerah, menurutnya, harus berjalan seiring dengan upaya merawat agama, budaya, adat dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi jati diri masyarakat Bireuen.

"Untuk generasi muda, jagalah jati diri di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk kemajuan daerah, tetapi adat dan budaya tetap kita pertahankan," katanya.

HUT Jadi Ruang Pemberdayaan Masyarakat

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mendorong pelayanan dan pembangunan di berbagai sektor, antara lain kesehatan, pendidikan, ekonomi, UMKM, infrastruktur, pelayanan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Bupati menegaskan, pembangunan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Ketika UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat tumbuh. Ketika pelayanan kesehatan semakin baik, kualitas hidup masyarakat meningkat. Dan ketika masyarakat bergerak bersama pemerintah, pembangunan Bireuen akan semakin kuat," ujarnya.

Karena itu, rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen diarahkan tidak hanya menjadi peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Rangkaian kegiatan berlangsung mulai akhir September hingga 12 Oktober 2026, meliputi sepak bola Piala Bupati tingkat kecamatan, bola voli putri Piala Ketua TP PKK, lomba kreativitas merangkai sirih, lomba masak nasi goreng ayah, lomba meurukon, permainan rakyat, mewarnai dan melukis, tari tradisional, pameran literasi buku, talk show literasi, story telling, mendongeng, pameran UMKM dan kuliner kecamatan, Festival Kopi, lomba toet beude trieng, jalan santai, upacara HUT Bireuen, perayaan Maulid, serta Marawis, Hadrah dan ceramah.

Bupati mengajak masyarakat ikut berpartisipasi sekaligus memberikan dukungan terhadap UMKM, pelaku seni dan budaya serta generasi muda.

"Mari kita dukung UMKM Bireuen, kita lestarikan budaya, kita beri ruang kepada generasi muda untuk berkarya dan yang paling penting, mari kita jadikan momentum HUT ini sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan," ajaknya.

Melalui tema "Bireuen Bershalawat", Bupati berharap pembangunan daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat iman, akhlak, persaudaraan dan kepedulian sosial. "Dari bencana kita belajar, dari tantangan kita bangkit, dengan kebersamaan kita bergerak," 
×
Berita Terbaru Update