Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman, menerima Anugerah Serambi Awards 2026 kategori Pelopor Moderasi Beragama Internasional dalam malam anugerah “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar Harian Serambi Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Sabtu (29/8/26) malam.
Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, bersama Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Firdaus Darwis.
Penghargaan itu menjadi apresiasi atas kiprah Mujiburrahman dan UIN Ar-Raniry dalam memperkuat nilai-nilai moderasi beragama melalui pendidikan, pengembangan keilmuan, dialog lintas negara, serta jejaring kerja sama akademik internasional.
Di bawah kepemimpinannya, UIN Ar-Raniry terus memperluas peran sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya berkontribusi di tingkat nasional, tetapi juga aktif membangun kerja sama dan pertukaran keilmuan dengan berbagai mitra internasional.
Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan Islam yang moderat, inklusif dan toleran, sekaligus mendorong dialog antaragama, antarbudaya dan antarperadaban.
Mujiburrahman mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, tetapi menjadi apresiasi terhadap ikhtiar bersama seluruh sivitas akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan UIN Ar-Raniry agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” kata Mujiburrahman.
Menurutnya, moderasi beragama tidak berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya. Moderasi justru menempatkan keteguhan dalam prinsip bersamaan dengan keterbukaan dalam menyikapi perbedaan.
“Moderasi beragama bukan berarti menjadi biasa-biasa saja dalam keyakinan. Kita boleh teguh dalam prinsip, tetapi tetap terbuka dalam perbedaan,” ujarnya.
Ia mengatakan dunia yang semakin terhubung membuat perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.
Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang untuk membangun dialog, saling memahami dan memperkuat persaudaraan.
Dalam konteks tersebut, kata dia, perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam menghadirkan Islam sebagai kekuatan yang mendorong perdamaian, ilmu pengetahuan, toleransi dan kemanusiaan.
“UIN Ar-Raniry akan terus mengambil bagian dalam memperkuat moderasi beragama, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama global,” katanya.
Mujiburrahman menambahkan pengalaman Aceh dan Indonesia dalam mengembangkan kehidupan keagamaan yang moderat dapat menjadi bagian dari kontribusi dalam membangun masyarakat global yang damai dan menghargai keberagaman.
Ia pun mempersembahkan penghargaan tersebut kepada seluruh keluarga besar UIN Ar-Raniry. “Ini bukan tentang satu orang. Ini tentang ikhtiar bersama,” ujar Mujiburrahman.
Penghargaan Pelopor Moderasi Beragama Internasional tersebut diharapkan menjadi momentum bagi UIN Ar-Raniry untuk semakin memperluas kontribusi global melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kerja sama internasional. [ ]