-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadiri Mudab Akbar ke-4, Bupati Tarmizi Tekankan Pentingnya Sinergi Ulama dan Umara22

Sabtu, 22 Agustus 2026 | Agustus 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-22T13:44:38Z




Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM dan Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri kegiatan Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (Mudab) ke 4 dan Istighatsah Kubra HUT ke 81 RI di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI pada Sabtu (22/8/2026).

Mudab Akbar ke 4 dan Istighatsah Kubra dalam rangka HUT ke 81 RI dengan tema “Menjaga Lingkungan Menurut Perspektif Islam” tersebut diisi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Abu H. Faisal Ali. Dalam sabutannya Tarmizi mengucapkan terimakasih kepada Ketua MPU Aceh, Abu H Faisal Ali yang telah berhadir di Kabupaten Aceh Barat untuk mengisi materi dalam Mudab Akbar ke 4 tahun ini.

“Mudab Akbar bukan hanya sekedar acara untuk membahas persoalan hukum, tapi yang lebih penting adalah silaturahmi para ulama dengan umara dalam ajaran pemerintah. Dengan demikian masyarakat melihat bersatunya ulama dan umara maka masyarakat akan semangat,” kata Tarmizi. Dengan bersatunya ulama dan umara kata Tarmizi, maka apapun yang menjadi arahan atau instruksi dari pemerintah dan ulama insyaallah akan diikuti dan dilaksanakan dengan sebaik – baiknya oleh masyarakat.

“Alhamdulillah di Aceh Barat sampai saat ini, kami terutama khususnya sebagai pemimpin masih tetap Sami'na Wa atho'na kepada para ulama di Aceh Barat, sejauh ini setiap langkah akan kita ambil selalu kita koordinasikan dan musyawarahkan untuk kebaikan daerah,” katanya. Dikatakan Tarmizi, yang menjadi tantangan bagi pemerintah dan ulama saat ini pertama adalah media sosial yang tidak mempunyai control, peredaran narkoba, judi online, LGBT, aliran sesat dan yang paling miris adalah ketika masyarakat tidak peduli terkait semua itu.

“Oleh karena itu sebagai solusi maka Pamda mengeluarkan Instruksi Bupati untuk menggerakan Majelis Taklim dari tingkat gampong, kecamatan hingga kabupaten., kemudian program magrib mengaji dan membentuk Satgas Pageu Gampong,” ujar Tarmizi. Untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut kata Tarmizi, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun juga perlu dukungan dan kerjasama semua pihak khususnya para ulama dan pimpinan dayah yang ada di Aceh Barat.

“Kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat berkomitmen untuk tetap terus mendukung penuh apapun kegiatan keagamaan di Aceh Barat baik itu kegiatan dari Mudab dan juga santri,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Mudab, Abucek H. Arifin Idris mengatakan, tema terkait dengan lingkungan yang diangkat dalam Mudab kali ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, semua pihak wajib menjaga dan memelihara lingkungan agar aman dan nyaman beribadah kepada allah.

“Kita mengangkat tema ini karena murni untuk mengetahui bagaimana hukum menjaga lingkungan disekitar kita. Ulama – ulama di Aceh Barat merasa terpanggil karena keadaan lingkungan kita yang sangat mengkhawatirkan,” kata H Arifin Idris. Terlebih lagi kata H Arifin pada tahun ini banyak terjadi kerusakan alam dimana – mana sehingga tema yang diangkat dalam Mudab ini sangat penting untuk dibahas bersama dengan para ulama.
×
Berita Terbaru Update