Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasi, S.IP., MPA, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, T. Banta Nuzullah, membuka kegiatan Semarak Pasporia (Paspor Ceria) yang digelar jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh di Kota Banda Aceh, Minggu (16/8/26).
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Stadion Harapan Bangsa tersebut merupakan bagian dari upaya menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menghadirkan layanan paspor yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.
Dalam sambutan Sekretaris Daerah Aceh yang dibacakan Kadispora Aceh, disampaikan bahwa Pemerintah Aceh mendukung berbagai inovasi pelayanan publik yang diselenggarakan oleh jajaran Imigrasi Aceh.
"Pemerintah Aceh mendukung kegiatan inovasi
pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Imigrasi. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak kegiatan lainnya yang dapat membantu memudahkan masyarakat dalam mengakses
layanan administratif, khususnya dalam hal pembuatan paspor" ujar T. Banta Nuzullah membacakan sambutan Sekda Aceh.
Menurutnya, inovasi pelayanan publik yang hadir langsung di tengah masyarakat merupakan langkah positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah. Selain memudahkan masyarakat, kegiatan
tersebut juga dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan nyaman.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, mengatakan bahwa Layanan Pasporia merupakan salah satu inovasi
Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Hari ini, masyarakat terlihat antusias mengikuti Layanan Pasporia di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Layanan Pasporia di tempat ini kami hadirkan
dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI," katanya.
la menjelaskan, melalui Layanan Pasporia, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan paspor di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat. Kehadiran
layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan.