-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wamendiktisaintek Apresiasi Dampak Nyata Pengabdian USK di Pidie Jaya

Selasa, 12 Mei 2026 | Mei 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-12T04:32:21Z
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamen Diktisaintek) Prof. Stella Christie, P.hD sangat mengapresiasi dampak nyata dari program pengabdian Universitas Syiah Kuala di Pidie Jaya.

Hal ini disampaikan Prof. Stella saat meninjau program “Mahasiswa Berdampak” yang dilaksanakan USK di Kabupaten Pidie Jaya pada Jumat, 8 Mei 2026).

Dalam kunjungan itu, Prof. Stella turut di dampingi Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, Ketua LPPM USK Prof. Mudatsir, Wakil Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM USK Dr. Sulastri, Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM USK Prof. Nasrul, serta dosen senior Program Studi Teknik Elektro Prof. Yuwaldi Away.

Di Pijay, Prof. Stella menyaksikan keberlanjutan dampak program pendampingan psikososial dan pemulihan ekonomi masyarakat korban banjir bandang. Program dari USK tersebut berhasil membangkitkan kembali semangat warga untuk bangkit dari keterpurukan. Warga tidak hanya didampingi secara emosional, tetapi juga dibina membangun usaha kelompok produksi kerupuk tempe di Gampong Dayah Usen dengan merek “Krab Krub”.

Selanjutnya, Rombongan mengunjungi dua lokasi kegiatan pengabdian di Gampong Dayah Usen dan kawasan Masjid Tuha. Kehadiran rombongan disambut Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, bersama Sekretaris Daerah, Ketua dan anggota Tim Penggerak PKK, serta masyarakat setempat.

Tim Pengabdian USK, Dr. Hetty Zuliani menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya persoalan psikologis dan sosial pascabencana.

“Anak-anak mengalami gangguan emosional, keluarga kehilangan ruang privasi selama di pengungsian dan hunian sementara, sementara kondisi ekonomi juga lumpuh akibat harta benda yang hilang tersapu banjir,” jelasnya.

Bersama tim dari bidang konseling dan ekonomi, yakni Dina dan Mustafa, program pendampingan tersebut perlahan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat. Warga mulai kembali percaya diri, saling menguatkan, dan memiliki semangat membangun kehidupan baru.

Prof. Stella mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi peran para dosen dan mahasiswa USK yang telah menghadirkan pengabdian berbasis riset secara nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada ruang kelas dan publikasi ilmiah semata, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu memulihkan harapan masyarakat. 

“Ilmu pengetahuan akan menemukan makna tertingginya ketika hadir untuk mengurangi penderitaan manusia,” ungkapnya.

Sebagai pakar kognitif, Prof. Stella turut berbagi pesan kepada para orang tua agar membangun komunikasi yang mendidik dengan anak sejak dini. Aktivitas sederhana sehari-hari, menurutnya, dapat menjadi ruang membangun kemampuan berpikir matematis dan kritis anak.

“Komunikasi yang mendidik adalah awal lahirnya generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan tangguh menghadapi masa depan,” ujarnya.

Prof. Stella turut berjanji akan membantu mempromosikan produk kerupuk kedelai “Krab Krub” melalui media sosial pribadinya sebagai bentuk dukungan terhadap kebangkitan ekonomi warga.

Selanjutnya, saat kunjungan di Masjid Tuha, rombongan disambut mahasiswa dan dosen pengabdi Zulhelmi dari Program Studi Teknik Komputer USK. Melalui hasil risetnya, Zulhelmi menghadirkan teknologi panel surya yang dimanfaatkan sebagai sistem pemurnian air menjadi air layak minum dengan kapasitas produksi mencapai 2.000 liter per hari.

Teknologi tersebut kini menjadi solusi penting bagi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. Sejak difungsikan pada Februari lalu, sistem tersebut terus beroperasi dan menyuplai air minum layak konsumsi bagi warga.

USK memperoleh kesempatan melaksanakan 21 program pengabdian masyarakat di wilayah terdampak bencana dengan melibatkan sekitar 1.050 mahasiswa. Para mahasiswa hadir, tinggal, dan hidup bersama masyarakat penyintas selama satu bulan penuh di 21 lokus pengabdian yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Takengon, hingga Aceh Tamiang.

Untuk itulah, Rektor berharap berbagai inovasi dan produk pengabdian dosen USK dapat terus berlanjut melalui dukungan pemerintah daerah.

“Kampus tidak boleh berjalan sendiri. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci agar dampak baik ini terus hidup dan berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Sulastri, menegaskan pentingnya keberlanjutan program pasca pendampingan dosen dan mahasiswa. Menurutnya, hasil pengabdian akan memberi dampak jangka panjang apabila didukung melalui kebijakan dan penguatan dari pemerintah gampong maupun dinas terkait, termasuk dalam pengalokasian biaya perawatan dan pengembangan program.

 “Kita ingin pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengabdian harus meninggalkan dampak, menumbuhkan harapan, dan membangun kemandirian masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi merupakan fondasi utama keberlanjutan. “Ketika kampus, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, maka ilmu pengetahuan tidak hanya menjadi milik ruang kelas, tetapi menjadi cahaya yang menerangi kehidupan banyak orang.”

Kunjungan ini menjadi gambaran nyata bahwa kehadiran USK bukan sekadar sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi sebagai kampus yang tumbuh bersama masyarakat, hadir saat duka, dan ikut membangun harapan.

“Dari Aceh untuk Indonesia, pengabdian yang dilakukan para dosen dan mahasiswa USK membuktikan bahwa kampus yang besar bukanlah kampus yang hanya tinggi dalam reputasi, tetapi kampus yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
×
Berita Terbaru Update