-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wali Nanggroe Lantik Prof. Yusri Yusuf Pimpin MAA 2026–2031, Minta Adat Jadi Pedoman Bukan Sekadar Seremoni

Sabtu, 09 Mei 2026 | Mei 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-09T11:11:24Z


Aceh Besar — Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haytar resmi mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2026–2031. Pengukuhan berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (09/05/2026).

Malik Mahmud menegaskan amanah MAA bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar menjaga marwah adat sebagai warisan leluhur. Ia mengingatkan Aceh dibangun atas perpaduan nilai agama, adat, dan budaya sesuai falsafah “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala".

“Adat harus berjalan seiring dengan syariat dalam menjaga kehidupan masyarakat yang bermartabat, berkeadilan, dan berakhlak mulia,” ujar Wali Nanggroe.

Malik Mahmud menyoroti tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang makin kompleks. Ia menilai peran MAA krusial agar adat tidak hanya jadi simbol atau seremoni, melainkan benar-benar hidup di tengah masyarakat.

“Adat harus menjadi pedoman etika, memperkuat persatuan, menyelesaikan persoalan sosial, serta menjaga jati diri bangsa Aceh,” tegasnya.

Wali Nanggroe berharap pengurus MAA 2026–2031 memperkuat lembaga adat hingga tingkat gampong serta membangun sinergi dengan ulama dan generasi muda.

MAA Akan Revitalisasi Lembaga Adat dan Gunakan Teknologi Digital

Ketua MAA yang baru dilantik, Prof. Yusri Yusuf, menyatakan pihaknya segera melakukan revitalisasi lembaga-lembaga adat di Aceh. MAA juga akan menggalakkan sosialisasi adat ke masyarakat untuk memperkuat pelestarian budaya.

“Fungsi adat adalah untuk menguatkan agama. Orang tua dulu berkata, _‘Kong rumoh karena bajo lingka puteng, kong agama karena adat di geunireung’_, yang berarti adat berfungsi menjaga agama,” kata Yusri.

Ke depan, MAA berencana memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan adat istiadat Aceh kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

×
Berita Terbaru Update