Aceh Utara - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Azanuddin Kurnia,SP, MP, meninjau langsung perkembangan tanaman padi gogo di lahan terdampak bencana hidrometeorologi di Matang Siujuek,Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (27/3/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala UPTD Mektan, Zubir Syahputra, SE, MM, serta Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi,SP, M.Si.
Ini merupakan kunjungan kedua Azanuddin ke lokasi tersebut. Sebelumnya, ia hadir saat penanaman perdana sekitar 42 hari lalubersama Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal. Kunjungan kali ini bertujuan melihat perkembangan tanaman sekaligusmemberi semangat dan apresiasi kepada petani serta LSM GNRI Aceh dan GNRI Aceh Utara yang menjadi pelopor penanaman padigogo di lahan terdampak bencana.
Azanuddin mengaku bersyukur melihat masyarakat yang cepat bangkit meski dalam kondisi serba terbatas. “Dengan semangat juangyang tinggi, masyarakat berani mencoba hal baru demi mempertahankan kehidupan,” ujarnya.
Ketua GNRI Aceh, Zepridin, didampingi salah satu petani, Abdullah, mengatakan pihaknya terus berupaya bangkit meski hasil yangdiperoleh belum maksimal. “Kami tetap bergerak dan bekerja. Semoga apa yang kami lakukan dimudahkan dan bisa menjadi contohbagi petani lain,” katanya.
Usai peninjauan, rombongan melanjutkan diskusi bersama kelompok tani di rumah warga. Dalam dialog tersebut, petani menyampaikankebutuhan mendesak seperti bantuan pompa air dan tambahan benih padi gogo untuk memperluas areal tanam. Azanuddin menyatakanakan berupaya memfasilitasi sesuai kewenangan yang ada.
Ia juga mengungkapkan bahwa total luas lahan persawahan terdampak bencana di Aceh mencapai 57.364 hektare per 6 Februari 2026,dengan rincian rusak ringan 27.437 hektare, rusak sedang 13.651 hektare, dan rusak berat 16.276 hektare.
“Untuk kerusakan ringan dan sebagian sedang, saat ini sedang diproses melalui Kementerian Pertanian. Sementara kerusakan beratdirencanakan ditangani oleh Kementerian PUPR,”
Azanuddin meminta seluruh pihak, termasuk dinas terkait di kabupaten/kota dan masyarakat, untuk segera melengkapi persyaratanyang dibutuhkan agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan.
“Kita harus mengembalikan kondisi sawah minimal seperti sebelum bencana, bahkan kalau bisa lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sesuai arahan pemerintah, Aceh harus tetap menjaga kontribusi terhadap ketahanan dan swasembadapangan nasional, termasuk mempertahankan Luas Baku Sawah (LBS).
“Perbaikan lahan akan terus dilakukan meski membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” jelasnya.