-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wakili Bupati Aceh Besar, Asisten II Sekdakab Hadiri Pembukaan Aceh Ramadhan Festival 2026

Senin, 02 Maret 2026 | Maret 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T04:31:45Z
BANDA ACEH — Bupati Aceh Besar diwakili Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar Bidang Perekonomian dan Pembangunan, HM Ali S.Sos., MSi menghadiri pembukaan Aceh Ramadhan Festival 2026 yang berlangsung khidmat di kawasan Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pemerintah Aceh dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Vertikal, kepala SKPA, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta masyarakat luas yang memadati halaman masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut.

Mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, MSi menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum strategis dalam membangun peradaban masyarakat yang religius sekaligus mandiri secara ekonomi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh terus berkomitmen menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama dalam pembangunan daerah, termasuk melalui penyelenggaraan event-event keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ramadhan bukan hanya tentang meningkatkan kualitas ibadah secara individual, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, dan membangun ekonomi umat yang berkeadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Aceh Ramadhan Festival menjadi salah satu instrumen penting dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis syariah, khususnya melalui pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk tidak hanya beribadah, tetapi juga berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan produk-produk lokal yang memiliki daya saing.
“Pemerintah Aceh berharap melalui festival ini akan lahir pelaku-pelaku ekonomi baru yang mampu mengangkat potensi daerah, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan global,” tambahnya.

Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa Aceh memiliki kekuatan besar sebagai destinasi wisata religi yang tidak dimiliki oleh banyak daerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, keberadaan Aceh Ramadhan Festival harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkenalkan kekhasan budaya dan nilai-nilai Islam Aceh ke tingkat nasional bahkan internasional.

Ia menyebutkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menyukseskan event tersebut.

“Kesuksesan festival ini bukan hanya diukur dari kemeriahannya, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ekonomi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjaga suasana yang kondusif, aman, dan penuh kedamaian selama berlangsungnya festival.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedi Yuswadi, AP menyampaikan bahwa Aceh Ramadhan Festival merupakan agenda tahunan yang kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Ia mengatakan, pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Aceh dalam menghadirkan event berkualitas yang mengedepankan kearifan lokal dan nilai-nilai keislaman.

“Masuknya kembali Aceh Ramadhan Festival dalam Kharisma Event Nusantara 2026 adalah momentum penting untuk memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata religi unggulan nasional,” ujarnya.

Festival ini berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 Maret 2026, dengan mengusung tema “The Truly Spiritual Journey in Serambi Mekkah.” Beragam kegiatan akan digelar, mulai dari bazar UMKM, pertunjukan seni Islami, tausiah, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pada rangkaian pembukaan, turut dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Suasana haru dan penuh kebersamaan pun terasa saat santunan diserahkan kepada para penerima manfaat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi pukul bedug sebagai tanda dimulainya Aceh Ramadhan Festival 2026. Dentuman bedug yang menggema di pelataran Masjid Raya Baiturrahman disambut antusias oleh masyarakat yang hadir.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai religius yang kental, Aceh Ramadhan Festival 2026 diharapkan mampu menjadi wadah syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi daerah, serta semakin mengukuhkan Aceh sebagai pusat wisata religi unggulan di Indonesia.

Pada kesempatan itu, M Ali yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, Muharram Idris menyampaikan apresiasi atas gelaran Festival Ramadhan yang terus terlaksana sebagai langkah pelestarian khazanah islam di tanah rencong.
"Atas nama Bupati dan masyarakat Aceh Besar tentu saja kami mendukung pelaksanaan Festival Ramadhan tahun 2026. Ini bagian pelestarian khazanah islam sekaligus menumbuhkan UMKM kita," pungkasnya.
×
Berita Terbaru Update