-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Aceh Besar Waspadai Kenaikan Harga Jelang Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Maret 2026 | Maret 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-18T02:51:12Z
KOTA JANTHO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar tengah meningkatkan kewaspadaan atas kenaikan harga bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Alyadi, S.Pi MM usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring oleh Kemendagri RI, yang diikuti dari Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Senin (16/03/2026). 

"Kita terus memantau arus distribusi bahan pokok agar tidak terkendala, kita terus meningkatkan kewaspadaan jelang Idul Fitri agar tidak terjadi lonjakan harga," terangnya. 

Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, diikuti oleh seluruh kepala daerah di seluruh Indonesia. 

Dalam arahannya, Tomsi menegaskan bahwa sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga pada pekan ini, di antaranya cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras. Ia meminta TPID dan dinas terkait di setiap daerah untuk turun langsung melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan para pelaku usaha.

"Saya minta kementerian pertanian untuk menjamin pasokan cabe dan bawang merah ke pasar dan menekan harga jual dengan memanfaatkan champion cabe. “Tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun. Turun, cek, kemudian komunikasikan betul dengan para champion-champion itu sehingga harga bisa turun. Inilah waktunya kita berjuang betul-betul siang malam untuk bisa membantu harga-harga ini bisa turun,” ujarnya.

Tomsi juga menekankan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, tidak ada alasan rasional bagi pelaku distribusi untuk menaikkan harga secara berlebihan. “Stok lebih dari cukup, tidak ada alasan untuk menaikkan harga yang keterlaluan. Kita punya Harga Eceran Tertinggi (HET). Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,” tegasnya.

Secara khusus, ia menyoroti daerah yang mencatatkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi sementara wilayah sekitarnya relatif stabil. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi kurang optimalnya pengawasan di tingkat daerah. “Kalau naik sendirian, sementara tetangga kiri-kanan tidak naik, ini patut dicurigai. Ada dua hal, pertama, dinas dan TPID di kota atau kabupaten tersebut tidak turun, tidak aktif mencari penyebabnya. Atau kedua, memang dipermainkan oleh pedagang lokal,” ungkap Tomsi. 
×
Berita Terbaru Update