-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KADISDIKBUD KOTA BANDA ACEH MEMBACAKAN SAMBUTAN TERTULIS WALI KOTA DALAM ACARA PELUNCURAN DAN DISKUSI BUKU ANTOLOGI PUISI KARYA PENYAIR LEGENDARIS ASAL ACEH, LK ARADI TAMAN ISMAIL MARZUKI

Selasa, 31 Maret 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T04:44:22Z
JAKARTA - Komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan pembangunan sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan kembali ditegaskan. Hal tersebut
mengemuka dalam acara peluncuran dan diskusi buku antologi puisi karya penyair legendaris asal Aceh, LK Ara, yang bertajuk "Syair Riwaayat Sultanah Safiatuddin" da "Restu", bertempat di PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (28/03/2026).

Hadir mewakili Wali Kota Banda Aceh, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, membacakan sambutan tertulis Wali Kota terkait pentingnya karya literasi dalam menjaga martabat bangsa.
Dalam penyampaiannya, Sulaiman Bakri menjelaskan bahwa Wali Kota lliza Sa'aduddin Djamal sejatinya sangat berkeinginan hadir langsung di lokasi acara untuk memberikan dukungan kepada sang maestro. Namun,
dikarenakan adanya panggilan tugas mendadak dari kementerian, Illiza menugaskan Kadisdikbud untuk menyampaikan pesan pentingnya kepada publik sastra di Jakarta.

"lbu Wali Kota menyampaikan permohonan maaf karena agenda mendesak di kementerian. Beliau sangat menitikberatkan bahwa sosok Sultanah Safiatuddin yang
diangkat dalam puisi LK Ara adalah simbol kebijakan dan keteguhan," ujar Sulaiman Bakri saat membacakan sambutan tersebut.
Lebih lanjut, melalui narasi yang dibacakan Sulaiman, Illiza Sa'aduddin Djamal menegaskan bahwa visi kepemimpinannya di Banda Aceh saat ini sejalan dengan
nilai-nilai yang diwariskan oleh Sultanah Safiatuddin. 

"Syair ini menjadi penguatan nilai-nilai sejarah bagi kita semua. Komitmen saya adalah membawa Banda Aceh tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat, persis seperti perjuangan para pemimpin perempuan Aceh di masa lalu," tegas Illiza dalam sambutan tertulisnya.
×
Berita Terbaru Update