Banda Aceh - Kenaikan pangkat bagi seorang prajurit bukanlah sekadar pergantian tanda pangkat di pundak, melainkan simbol kepercayaan dan apresiasi atas dedikasi yang tanpa batas. Hal ini ditegaskan oleh
Komandan Kodim (Dandim) 0101/Kota Banda Aceh, Kolonel Inf Faurizal Noerdin, S.Sos., M.Sc., saat memimpin Sidang Pangkat dan Karier (Pankar) Usulan Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Assembly Hall Darmawangsa, Makodim 0101/KBA, Selasa (10/2/2026), fokus pada evaluasi kelayakan bagi personel golongan Bintara dan Tamtama. Sidang ini menjadi filter penting
untuk memastikan bahwa mereka yang diusulkan benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh TN| AD.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Faurizal Noerdin
menekankan bahwa objektivitas adalah mutlak dalam proses penilaian. Beliau mengingatkan seluruh tim penilai agar melihat rekam jejak setiap prajurit secara utuh. "Kenaikan pangkat adalah hak setiap prajurit, namun hak tersebut harus dibarengi dengan pemenuhan kewajiban dan kriteria yang ketat. Kita harus objektif, hanya mereka yang memiliki disiplin tinggi, loyalitas, dan kinerja baik yang layak kita usulkan," tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menjelaskan bahwa Sidang Pankar ini merupakan bagian dari pembinaan personel yang bertujuan untuk memotivasi prajurit agar terus mengembangkan potensi diri. Kenaikan pangkat diharapkan membawa dampak positif bagi organisasi, seiring dengan bertambahnya tanggung jawab yang diemban oleh para prajurit di lapangan.
Melalui seleksi yang transparan dan akuntabel ini, Kodim 0101/Kota Banda Aceh berkomitmen untuk melahirkan prajurit-prajurit yang tidak hanya handal secara teknis,
tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat dalam menjaga kedaulatan serta melayani masyarakat di wilayah Kota Banda Aceh dan sekitarnya.