-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyusuri Lumpur Pascabanjir, Relawan UIN Ar-Raniry Liput RSUD Aceh Tamiang

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T03:53:11Z
ACEH TAMIANG – Relawan Media Center Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh lakukan liputan langsung terkait proses pemulihan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, pascabanjir bandang yang lumpuhkan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, Rabu (21/1/2026).

Bencana banjir bandang telah mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas vital rumah sakit. Berdasarkan pantauan di lokasi, area rumah sakit, termasuk laboratorium medis dan ruang perawatan pasien, masih tertutup endapan lumpur tebal.

Kerusakan serius juga terjadi pada peralatan medis, instalasi listrik, serta sarana dukung lainnya. Kondisi darurat ini memaksa manajemen rumah sakit untuk hentikan pelayanan sementara dan merujuk pasien ke fasilitas kesehatan lain demi keselamatan.

Dalam upaya percepatan pemulihan, RSUD Aceh Tamiang mendapatkan dukungan tenaga teknis dari pihak luar, salah satunya PT Wijaya Karya (WIKA). Perusahaan ini kerahkan sejumlah pekerja untuk tangani perbaikan teknis dan fasilitas yang terdampak.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah pembersihan lumpur dan sterilisasi ruangan.

“Kerusakan yang terjadi cukup berat dan dibutuhkan penanganan bertahap. Fokus kami saat ini meliputi pembersihan lumpur, sterilisasi ruangan, serta pendataan kerusakan fasilitas medis, khususnya laboratorium yang alami kerusakan paling parah. Kami berupaya agar pelayanan kesehatan dasar segera kembali berjalan,” ujar dr. Andika.

Tantangan berat dalam proses pembersihan juga diungkapkan oleh salah seorang pekerja dari PT WIKA, Rama Afrizal kepada tim Relawan Media Center. Menurutnya, endapan lumpur yang tinggi menjadi kendala utama.

“Kerusakan rumah sakit ini cukup parah karena lumpurnya sangat tinggi dan sulit dibersihkan secara manual. Alat berat juga tidak bisa masuk ke area dalam rumah sakit. Dalam kondisi seperti ini, kami belum bisa menentukan target waktu penyelesaian karena sulit memperkirakan proses pembersihan lumpur,” ungkap Rama.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk mendatangkan bantuan alat berat, logistik, dan tenaga teknis tambahan. Percepatan rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang menjadi prioritas utama mengingat fungsi vitalnya sebagai fasilitas rujukan bagi masyarakat setempat. 
×
Berita Terbaru Update