Aceh Selatan – Upaya pemulihan konektivitas pascabencana banjir di wilayah selatan Aceh terus menunjukkan hasil. Jembatan Bailey di lokasi Lhok Keutapang pada ruas Jalan Pulo Paya - Trumon - Batas Aceh Singkil STA 51+900 kini telah resmi terpasang dan dapat difungsikan. Pemasangan jembatan sementara ini selesai dilaksanakan pada 25 Januari 2026.
Pemasangan jembatan Bailey tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Gubernur Aceh kepada Bupati Aceh Selatan tertanggal 19 Juni 2025 tentang pinjam pakai jembatan Bailey, sebagai langkah percepatan penanganan dampak bencana banjir yang terjadi pada Agustus 2024 di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa banjir besar telah menyebabkan kerusakan sejumlah jembatan sementara dan jembatan kayu pada ruas Jalan Trumon–Batas Aceh Singkil serta ruas Jalan Batas Aceh Selatan–Kuala Baru–Singkil. Kondisi ini menghambat arus transportasi dan aktivitas masyarakat, sehingga membutuhkan penanganan segera.
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh telah melakukan perbaikan pada beberapa jembatan terdampak. Namun, pada satu titik sungai dengan lebar sekitar 40 hingga 50 meter, diperlukan solusi khusus berupa pemasangan jembatan Bailey agar penanganan dapat dilakukan secara praktis dan efisien.
Berdasarkan informasi masyarakat serta hasil koordinasi Dinas PUPR Aceh dengan instansi terkait, diketahui bahwa di Desa Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, terdapat jembatan Bailey dengan bentang 40 meter yang sebelumnya digunakan sebagai jembatan sementara. Di lokasi tersebut, jembatan permanen dengan konstruksi rangka baja telah selesai dibangun dan sudah berfungsi, sehingga jembatan Bailey dapat dipinjam-pakaikan untuk kebutuhan penanganan di lokasi lain.
Menindaklanjuti hal tersebut, jembatan Bailey kemudian dipindahkan dan dipasang di lokasi Lhok Keutapang untuk mendukung kelancaran akses pada ruas jalan strategis Trumon–Singkil.
Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi, ST, menyampaikan bahwa pemasangan jembatan Bailey ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Aceh dalam memastikan akses transportasi masyarakat tetap terjaga, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, jembatan Bailey Lhok Keutapang telah terpasang pada 25 Januari 2026. Ini merupakan hasil kolaborasi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, serta dukungan masyarakat,” ujar Mawardi.
Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut bersifat sementara, namun sangat vital untuk menjaga konektivitas antarwilayah sambil menunggu penanganan permanen ke depan.
“Keberadaan jembatan Bailey ini sangat membantu memperlancar arus transportasi dari Aceh Singkil ke Aceh Selatan maupun sebaliknya. PUPR Aceh akan terus memantau kondisi jembatan dan memastikan fungsinya tetap aman digunakan masyarakat,” tambahnya.
Dengan terpasangnya jembatan Bailey Lhok Keutapang, diharapkan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi di wilayah Trumon dan sekitarnya dapat kembali berjalan lebih lancar pascabencana.