Banda Aceh - Banda Aceh dan Aceh Besar sekitarnya masih krisis listrik, sampai saat hari ini tak kunjung normal alias padam, akibat pemadaman itu juga dirasakan dari pimpinan umum PT. Atjeh Berita Multimedia di kediamannya, Kayee Lee Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (6/12/25).
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ketika waktu kunjungannya ke Aceh minggu ini. Bahlil pastikan listrik di Aceh paling lambat Sabtu tanggal (6/12/25), sudah normal kembali.
"Dalam Pemulihan listrik Banda Aceh, Bireuen, dan beberapa tempat lain, 200 megawatt PLTG kita yang mati dikarenakan sutetnya mengalami kebanjiran dan roboh, sekarang sudah dinaikkan. Besok malam listriknya sudah bisa nyala, paling lambat hari Sabtu”, ungkap Bahlil.
Sementara itu, Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra pada saat Konferensi pers di Kantor Gubernur Aceh bersama BNPB, Jumat (5/12/2025). Ia mengatakan, target pengaliran listrik pada jaringan transmisi darurat baru selesai diperbaiki di Bireuen pada Minggu ini.
Tapi nyatanya sampai saat hari ini pemadaman listrik pun masih dilakukan secara bergilir. Masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar kecewa serta bingung atas ketidakpastian normalnya listrik di Kota Serambi Mekkah. Seakan-akan terjadi tumpang tindih, ketidak konsistennya antara pemerintah pusat dan PLN Aceh dalam pemulihan listrik di Aceh.
Masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar berharap PLN Aceh bijak pada saat memberikan pengumuman di medsos serta di media lokal sekalipun. Masyarakat merasa di beri harapan palsu atas ketidaknyamanan dalam memperoleh listrik dengan terjadinya pemadaman bergilir secara tidak merata.
Banyak masyarakat yang terdampak dari kerugian usaha, pendidikan tidak memadai, rambu lalu lintas tidak nyala yang mengakibatkan kecelakaan fatal dan kejadian lain-lainnya yang merugikan masyarakat.