MEULABOH — Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, menegaskan peran strategis Universitas Teuku Umar (UTU) sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia kawasan Barat Selatan Aceh, terutama dalam menghadapi transformasi digital dan tantangan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Hal itu disampaikan saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Dies Natalis ke-19 UTU yang digelar di Auditorium Teuku Umar, Selasa (11/11/2025), dengan agenda pokok membahas akselerasi transformasi pendidikan tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
Said menegaskan, tantangan utama pendidikan di wilayah 3T meliputi: keterbatasan daya tampung kampus, sebaran perguruan tinggi yang belum merata, biaya kuliah yang tinggi, dan minimnya SDM pendidikan berkualitas.
Wabup Said Fadheil menekankan bahwa digitalisasi menjadi jalan keluar untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di Aceh Barat.
“Transformasi pendidikan bukan hanya melahirkan lulusan, tapi melahirkan kompetensi. Perguruan tinggi jangan jadi pabrik ijazah, tetapi inkubator inovasi, teknologi, dan karakter,” ujar Said.
Ia juga mengapresiasi capaian UTU yang berhasil meraih Akreditasi Unggul pada dua program studi strategis, yakni: Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kelautan
“Ini bukti UTU mampu bersaing di level nasional dan menjadi kebanggaan Aceh Barat,” tambahnya.
Dengan umur yang hampir dua dekade, UTU menegaskan eksistensinya bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga pusat harapan, mencetak generasi unggul yang go digital, berdaya saing, dan tetap berakar pada budaya Aceh.